Sunday, November 28, 2010

Jin Asyik: Jin Jatuh Cinta Pada Manusia

Fakta tentang Jin Asyik
  1. jin asyik secara ringkasnya ialah jin yg jatuh cinta dgn manusia.
  2. antara yg paling bahaya: susah dikeluarkan dan ganas.
  3. biasanya jatuh hati kat org baik
  4. bukan hanya berlaku kpd org bujang, tapi yg dah kawen pun ada yg kena.
  5. mangsa biasanya perempuan, tapi lelaki pun ada yg kena.
  6. kemungkinan jin yg mmg berada di rumah mangsa, jin yg lalu dan ternampak, atau jin yg mmg dihantar utk menyihir mangsa, atau jin yg dihantar utk menyihir mangsa tapi berubah tujuan kerana jatuh cinta.

Antara sebab jin asyik boleh jatuh cinta
  1. bertelanjang wlpn bseorangan dlm rumah
  2. jin ternampak masa berada dlm bilik air
  3. tak baca doa sblm bersama isteri
  4. selalu tidur berseorangan. Contoh org bujang tinggal seorg diri di rumah. (Takde housemate)

Antara tanda2 kehadiran jin asyik
  1. isteri mengamuk tetiba bila tengok perempuan mendekati suami
  2. ada kala jin asyik hanya berada di rumah, mangsa di luar baik, bila di rumah ada saja tak kena.
  3. sering mimpi bersama dgn suami/isteri/org yg tak kenal.
  4. mendengar nafas di tempat tidur, terasa ada seseorang tidur bersama.
  5. badan selalu lesu, sebab selalu didakap jin asyik.
  6. jadi tak suka cakap byk.
  7. mimpi slalu naik pelamin / hamil.
  8. selesa duduk menyendiri.
  9. tarasa alat kelamin disentuh semasa tidur.

Antara kesan gangguan Jin Asyik
  1. boleh sbbkan tak kawen, atau kawen tp anak jadi degil
  2. dipinang tp org tak jadi sbb ada sihir gagal nikah mghodohkan perempuan yg ingin dipinang, buat tak senonoh dpn rombongan etc, atau perempuan nampak peminang mcm org tua, hodoh etc
  3. ada saja halangan bila mangsa merancang utk kawen. Jin asyik cuba gagalkan perkahwinan.

Wednesday, October 27, 2010

islamic link

http://free-islamic-lectures.com/tag/ceramah-tentang-penyucian-hati/

tazkiyatun-nafspenyucian-hati-2.

PUASA

Supaya manusia menjadi baik, terlebih dahulu yang harus dijadikan baik adalah hatinya. Padahal baik dan buruknya hati bergantung bagaimana manusia mengelola nafsu syahwatnya. Untuk tujuan itu maka orang beriman diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan dan disunahkan berpuasa di lain bulan ramadhan. Dengan puasa itu supaya mereka mampu melatih diri untuk mengendalikan nafsu syahwat sehingga hatinya menjadi bersih dan suci dari segala kotoran manusiawi. Itulah keadaan hati orang bertakwa.

Allah s.w.t. memuji orang yang mau menyucikan jiwanya. Yakni orang yang selalu menjaga hatinya dari sifat-sifat yang tidak terpuji, seperti riya’, syirik dan cinta dunia. Sifat-sifat basyariyah (manusiawi) yang mampu menjerumuskan orang kepada sifat syaithoniyah (sifat setan), yakni sombong, hasud dan munafik kepada teman sendiri. Sifat-sifat tersebut mampu menghancurkan kehidupan manusia baik di dunia mapun di akhirat. Allah mengabadikan pujian itu dengan firman-Nya: “Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri ! Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang QS. A’laa; 87/14-17.

Sungguh beruntung orang-orang yang menyambut pujian itu dengan melaksanakan pengabdian hakiki. Mereka mengisi kesempatan ibadah yang dibentangkan di dalamnya. Siangnya dengan puasa dan shodaqoh, dan malamnya dengan melaksanakan ibadah tambahan yang lain, seperti tahjud dan mujahadah lainnya. Dengan demikian itu berarti mereka telah melaksanakan at-tazkiyah.

Untuk melaksanakan al-tazkiyah (penyucian jiwa) yang sesungguhnya, orang beriman harus melaksanakan tiga tahap ibadah:
Pertama: Menyucikan hati dari segala kotoran basyariah. Dengan memadukan ilmu pengetahuan dan iman dalam pelaksanaan amal ibadah. Baik di dalam pelaksanaan puasa, shalat, haji, maupun mujahadah dan riyadlah. Hal tersebut dilakukan semata-mata bertujuan untuk menghapus kotoran-kotoran yang sudah menempel di dalam jiwa. Dengan penyucian jiwa itu supaya hasil ibadah yang dilakukan benar-benar menjadi ‘buah ibadah’ yang bersih dan suci dari segala kotoran basyariah.

Pelaksanaan ibadah itu dinamakan “Mujahadah” atau bersungguh-sungguh di jalan Allah. Berbentuk kekuatan ibadah sebagai buah ilmu pengetahuan secara rasional, yakni kekuatan yang diterbitkan oleh keyakinan yang dihasilkan sebuah proses belajar dan mengajar yang juga disebut ”Ijtihad”. Mujahadah tersebut akan menghasilkan pemahaman hati akan urusan ketuhanan yang mampu membangkitkan semangat pengabdian yang hakiki yang juga disebut “ Jihad”. Jadi, munculnya semangat jihad itu adalah hasil mujahadah dan munculnya mujahadah itu adalah hasil ijtihad. Sebagai sunatullah, apabila usaha yang pertama itu dilaksanakan dengan benar maka hasil-hasil berikutnya akan menjadi benar pula. Maksudnya, apabila ijtihad itu dilaksanakan dengan benar, maka mujahadahnya juga akan menjadi benar dan selanjutnya jihadnya juga menjadi benar.,

Manakala pelaksanaan ibadah tidak terlebih dahulu bertujuan menyucikan jiwa, maka hasilnya bisa jadi terkontaminasi kotoran duniawi. Akibatnya, aktualisali “semangat jihat” itu tidak selalu mampu diarahkan kepada hal yang positif. Seperti membangun “ukhuwah islamiyah” misalnya, tetapi malah sebaliknya, yakni menciptkan perpecahan di antara umat Islam. Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang demikian. Pelaksanaan semangat jihad yang mestinya positif itu ternyata malah menimbulkan keresahan berkepanjngan.

Semangat jihad itu bahkan oleh kelompok orang telah diaktualkan dengan meledakkan bom. Kondisi dalam hati yang semestinya mampu membawa kemanfaatan untuk manusia itu malah menimbulkan korban orang-orang yang tidak berdosa. Apabila hal semacam itu mereka laksanakan pada masa perang, maka para peledak bom itu tentunya mendapatkan penghargaan yang tinggi. Namun sayangnya bom-bom itu mereka ledakkan bukan pada saat yang tepat. Akibatnya, disamping peristiwa yang memalukan itu menorehkan catatan sejarah jelek bagi semangat perjuangan Islam sejati, semangat suci itu juga menjadi ajang bunuh diri yang tiada arti.

Artinya dengan menghancurkan sebagian kecil dari sarang kemaksiatan itu, ternyata pengorbanan mereka tidak berhasil membuat perubahan yang berarti. Semangat jihat mereka itu terbukti tidak berhasil menghancurkan kemaksiatan yang sedang meraja lela di negeri tercinta ini, bahkan malah menghadiahkan sebutan jelek bagi mereka sendiri. Mereka dicap sebagai teroris dan sebagaian mereka harus mengakhiri hidupnya di hadapan regu tembak dalam penjara.

Akibat dari peristiwa tersebut malah muncul image negatif di masyarakat. Orang-orang yang sesungguhnya mampu menunjukkan penampilan sebagai seorang muslim yang taat, yakni berjilbab hitam dan bercadar bagi kaum wanitanya, dan berjenggot bagi kaum prianya, namun ternyata oleh sebagian kalangan mereka itu malah dicurigai sebagai antek-antek teroris yang dijadikan target operasi oleh pihak aparat.

Yang demikian itu bukan semangat jihad itu yang harus disalahkan. Karena tujuan semangat jihat itu sejatinya juga untuk menegakkan kebaikan, yaitu mengamalkan ilmu dan keyakinan yang ada di hati mereka. Namun barangkali karena ilmu dan keyakinan tersebut terlebih dahulu sudah terkontaminasi cacat bawaan. Oleh karena kotoran dalam hati tidak terlebih dahulu mampu dibersihkan, maka giliran dalam tataran pelaksanaannya, semangat yang positif itu tidak mampu dibarengai dengan hati yang positif, yaitu kasih sayang kepada umat. Akibatnya, yang timbul di dalam hati mereka hanya merasa benar sendiri dengan menyalahkan orang lain tanpa dapat mencarikan jalan keluar dengan cara yang arif dan bijaksana.

Kedua: Memasukkan cinta dan ma’rifat di dalam hati. Setelah orang beriman mampu merampungkan tazkiyah dengan benar, sebagai pahala ibadah yang dijalani, di dalam jiwa mereka akan tumbuh pemahaman hati akan rahasia urusan Ilahiyah yang disebut “ma’rifatullah”. Dengan ma’rifatullah itu menjadikan seorang hamba mencintai Tuhannya dengan benar.

Manakala dengan pelaksanaan ibadah itu seorang hamba berhasil mengeluarkan penyakit-penyakit jiwanya sendiri, baik penyakit akal, hati maupun ruh, maka sesuai ukuran yang sudah dikeluarkan itu Allah akan mengisi kekosongannya dengan obat-obat yang menyembuhkan. Hal itu dinyatakan Allah dalam firman-Nya: “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka terhadap mereka itulah Allah akan mengganti kejelekannya dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Furqon; 25/70)

Ketika seorang hamba berzikir kepada Allah dengan do’a-do’anya dan Allah menjawab zikir itu dengan ijabah-Nya, keadaan itu seperti yang dinyatakan dengan firman-Nya: “Fadzkuruunii adzkur kum” (Berzikirlah kamu kepada-Ku dan Aku akan berzikir kepadamu), maka saat itu terjadilah “Interaksi Nurriyah” antara seorang hamba dengan Tuhannya. Arus balik dzikir dari Allah itu berbentuk Nur kehidupan. Ketika nur itu dimasukkan di dalam rongga dada yang bersih, rongga dada yang semula sempit menjadi lapang. Sungguh benar Allah dengan Firman-Nya: “Bukankah orang-orang yang dibukakan hatinya untuk menerima agama Islam, maka mereka itu telah mendapatkan Nur dari Tuhannya. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Az-Zumar; 39/22)

Itulah Nur kehidupan, ketika dipancarkan dalam rongga dada manusia, maka akal yang semula bodoh menjadi mengerti, hati yang semula keras dan kasar menjadi lentur dan penuh kasih, ruh yang semula redup menjadi cemerlang. Keadaan itu tidak hanya menjadikan orang menjadi pandai dan cerdas saja namun juga menjadikan mereka mampu mengabdikan segala pontensi hidupnya yang positif dengan cara yang positif pula. Mereka tidak hanya mampu memberikan kemanfaatan kepada dirinya sendiri saja namun juga kepada orang lain dan lingkungannya.

Ketiga: Menumbuhkan semangat pengabdian hakiki di dalam rongga dada. Orang yang hatinya telah disinari nur ma’rifatullah, orang tersebut pasti mencintai Allah. Barangsiapa mencintai Allah, berarti mereka pasti akan siap menjadi hamba-Nya. Oleh karena dampak dari cinta adalah cemburu, maka seperti itu pula keadaan orang yang mencintai Allah. Hati mereka marah ketika melihat orang lain terang-tarangan berbuat maksiat kepada-Nya, maka dari situlah awal mulanya tumbuh semangat benah-benah yang dinamakan dengan semangat jihad.

Namun apabila semangat yang positif itu tidak dibarengan hati yang positif, maka ditakutkan akan direalisasikan hanya sesuai pemahamannya sendiri. Akibatnya, terjadilah benturan-benturan di tengah masyarakat. Hal itu bisa terjadi, karena yang dimaksud kebaikan itu sesungguhnya adalah hal yang retatif, yakni bergantung pemahan dan ilmu pengetahuan manusia itu sendiri. Oleh karena itu tanpa adanya Nur kehidupan yang menyinari ilmu dalam akal, maka semakin orang berilmu tinggi, orang tersebut cenderung terjebak berbuat sekehendak nafsunya sendiri.

Walhasil, dengan segala amal ibadah dan pengabdian yang dijalani, baik di bulan Ramadhan maupun di luarnya, pertama kali yang harus diselesaikan oleh seorang hamba adalah membersihkan jiwanya sendiri. Yakni membersihkan ronga dada dari seluruh hijab-hijab basyariyah, baik dari kotoran dosa maupun sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan itu supaya hati mereka menjadi jernih sehingga matahati yang ada di dalamnya menjadi cemerlang dan tembus pandang. Dengan matahati yang cemerlang itu, tentunya manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus ditinggalkan.


PUASA SEBAGAI IBADAH RAHASIA

Ibadah puasa adalah ibadah rahasia, dalam arti tidak seorangpun dapat mengetahui kecuali Allah. Ketika orang mengaku puasa, dia benar puasa atau tidak, tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah. Orang mengaku puasa, lalu masuk kamar, di dalam kamar itu ia makan dan minum, ketika keluar dari kamarnya ia mengaku masih berpuasa. Tidak ada orang yang mengetahuinya kecuali Allah. Berbeda dengan ibadah yang lain, seperti shalat, haji, dan shadaqah, ibadah-ibadah itu di samping ibadah batin yakni dalam aspek niatnya, juga ibadah lahir dalam arti dapat dilihat oleh orang lain.

Oleh karena puasa adalah ibadah rahasia, maka tidak ada kemungkinan lain yang dituju kecuali hanya kepada Allah. Ketika yang dituju hanya Allah, maka yang akan menentukan balasannya juga hanya Allah. Adapun ibadah-ibadah yang lain, oleh karena di dalamnya masih terdapat potensi untuk syirik, baik di dalam tujuan maupun amal, maka pahalanya bergantung bagaimana niatnya. Di dalam HR. Muslim disebutkan:

ِكُلُّ عَمَلِ ابْنِ آَدَمَ يُضَاعَفُ . اَلْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضُعْفٍ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِىْ بِهِ

“Seluruh amal anak adam adalah dilipatgandakan , satu kebaikan dilipatgandakan dengan sepuluh kalinya sampai tujuh ratus kali kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya”.

Keutamaan Ibadah Rahasia
Ibadah rahasia itu bukan hanya ibadah puasa saja. Ibadah lain bisa dikatakan ibadah rahasia asal pelaksanaanya dirahasiakan sehingga tidak ada yang mengetahui kecuali Allah s.w.t. Ibadah tersebut, meski merupakan ibadah yang ringan, namun pahalanya bisa menjadi besar, karena ibadah itu hanya ditujukan kepada Allah yang Maha Besar. Di dalam haditsnya, Rasulullah s.a.w mengabarkan keadaan yang sangat luar biasa bagi orang yang beribadah secara rahasia:

“Diriwayatkan dari Nabi Beliau bersabda: “Ketika hari kiamat telah tiba, akan datang suatu kaum yang mempunyai sayap seperti sayap burung, mereka terbang dengan sayap itu dari kuburnya ke kebun-kebun surga. Penjaga surga bertanya kepada mereka: “Siapa kalian?, mereka menjawab, kami dari umat Muhammad s.a.w. Penjaga surga bertanya: “Apakah kalian sudah melihat hisab? , mereka menjawab: “Tidak”. Penjaga surga bertanya lagi: Apakah kalian sudah melihat shiroth?, Mereka menjawab ,”Tidak”, Dengan apa kalian mendapat derajat ini?, mereka menjawab: “Kami beribadah kepada Allah dengan rahasia di dunia, dan Allah memasukkan kami ke surga dengan rahasia pula di akherat.


edit from : http://alkhidmahpdpy.blogspot.com/2009/01/tazkiyatun-nafspenyucian-hati-2.html

Penyucian Hati

Oleh Syeikh Hamza Yusuf

Satu Bengkel di Institut Zaytuna

Penyucian hati adalah sama seperti penyucian intelek (akal). Ianya adalah untuk membuang segala kekaburan untuk melihat secara jelas dengan mata hati.

Bermula dengan satu idea tentang apetensi (kecenderungan kita kepada sesuatu). Manusia mempunyai sifat suka kepada perkara yang baik (maslahah). Kita mempunyai kecenderungan menghindari segala kejahatan dan membuat sesuatu yang baik.

Segala apa yang dilakukan oleh diri adalah kerana ia berkehendakkan sesuatu yang baik. Walau bagaimanapun, apa yang kita anggapkan baik, tidak semestinya baik. Kita perlu belajar bagaimana untuk membezakan antara apa yang benar-benar baik dan apa yang “seolah-olah” tampak baik; antara realiti dan ilusi.

Secara semulajadinya, manusia biasa ditipu daya. Jadi, tidak mengejutkan atau pelik jika kita selalu menganggapkan sesuatu baik walau hakikatnya ia tidak baik.

Satu contoh yang boleh diberi adalah berkenaan makanan. Nafsu memang sukakan makanan kerana ia secara semula jadinya adalah baik. Kita mendapati banyak faedah daripadanya, tetapi hanya apabila kita bersederhana dalam mengambilnya, jika berlebihan ia akan memberi kesan yang buruk.

- Rasulullah saw tidak pernah kekenyangan untuk dua hari berturut-turut. Kelaparan adalah satu amalan yang mendidik rohani kerana ia adalah satu disiplin yang mengawal syahwat.

- Baginda bersyukur pada Allah dengan makanan yang masih tinggal, dengan mengatakan bahawa baginda telah dihidangkan dengan nikmat makanan, diperolehi daripadanya kekuatan dan dijauhkan daripadanya sebarang keburukan.

Contoh yang lain adalah berkenaan dengan jenis-jenis air yang berlainan dan kopi yang kita dapati sekarang, seperti air buah dan mocha. Air dan kopi telah menjadi sesuatu yang pada lahirnya adalah bagus kerana kita tidak perlukan jenis-jenis berlainan air, kopi, teh dan lain-lain ini.

Tujuan syariah adalah untuk menghasilkan faedah dan mencegah keburukan.

Sifat panas baran adalah satu keadaan jiwa di mana ketika itu jiwa tidak sihat.

- Suatu ketika seorang penyair pernah menulis syair tentang Rasulullah dengan menggunakan perkataan “mudamma” (kata lawan kepada “Muhammad”) tetapi baginda tidak memarahinya. Rasulullah saw tidak pernah marah, tidak juga bertindak balas dengan jiwa yang marah kerana dirinya sendiri (dihina dan dicaci). Rasulullah saw hanya marah apabila kesucian Allah dinodai.

Kita bercakap dan ucapan kita adalah sesuatu yang membawa makna. Oleh itu, ianya adalah suatu yang rasional, menjadikan kita “binatang” yang rasional. Kita tidak perlu berkata-kata untuk menjadi rasional kerana kita mempunyai suatu suara dalaman, dialog dalaman ini berlangsung di dalam hati manusia.

Berkata-kata adalah suatu haq (kebenaran).

Nafsu adalah terdiri daripada bahagian conspiscible (tidak dapat diterjemahkan –pent), amarah dan rasional. Dalam terma Freud, ia dipanggil “id, ego, super-ego”.

Id adalah batang-r di mana ia adalah sangat primitif, tidak matang. Ini adalah nafsu amarah. Ia memaksa kita untuk melakukan perkara-perkara yang tidak elok kecuali jika kita mengawalnya. Ia tidak menanggung kesalahan.

Ego pula adalah otak tengah.

Super-ego adalah neo-korteks. Ini adalah bahagian rasional dalam diri kita dan juga bahagian yang menjelmakan nafsu rasa bersalah, nafsu annowamah.

Rasa bersalah adalah satu mekanisme yang diciptakan untuk membimbing kita ke arah pintu taubat iaitu sebagai cara untuk melepaskan rasa bersalah.

Mekanisme-mekanisme seperti ini adalah sebahagian dari sifat semula jadi manusia dan ada gunanya. Penyangkalan terhadap sifat semula jadi manusia dalam masyarakat kita adalah salah satu daripada tragedi-tragedi terhebat.

- Contoh yang lain berkenaan dengan mekanisme-mekanisme itu ialah harga diri yang rendah. Harga diri yang rendah adalah berkait dengan kerohanian dan hanya mendatangkan keburukan apabila tiada tindakan yang diambil.

Mekanisme-mekanisme ini adalah untuk mengintegrasikan kembali diri kita ini.

Manusia mempunyai perasaan-perasaan ini tetapi tiada cara untuk mengubah perasaan tersebut kepada suatu yang positif. Tradisi agama membenarkan kita untuk memahaminya dan membolehkan kita mengurusnya dan mempositifkannya.

Budaya kita terlalu dihantui dengan idea kebebasan. Ia hanya didirikan dari kebebasan berpolitik dan kebebasan yang mengikut keadaan tertentu.

Kita mempunyai idea yang kabur tentang kebebasan. Ia diperbincangkan terlalu hangat tetapi ia tidak pernah didefinisikan dengan makna yang sebenar-benarnya. Ia penting untuk kita memperjelaskan makna kebebasan kita sendiri. Jika kita tidak menyatakan pengertian kita sendiri, kita tidak dapat berkomunikasi. Ia adalah satu masalah dalam masyarakat moden ini.

Kebebasan adalah keadaan di mana kita merasa bebas. Ia terkandung pilihan dan kebolehan untuk melaksanakan pilihan tersebut. Segala kebebasan mempunyai had-had tersendiri.

Kebebasan berpolitik adalah bermaksud kebebasan kita untuk memilih parti politik tanpa rasa takut terhadap kesan-kesannya. Ia adalah hak untuk berbeza pendapat dan kebebasan bersuara.

-Dalam masyarakat kita, kebebasan berpolitik pada asasnya adalah hak untuk mengundi.

-Dalam mana-mana sistem masyarakat, pastinya mempunyai hierarki. Apabila ada hierarki, pastinya ada politik. Egalitarianisme adalah satu mitos dan tidak pernah wujud.

-Cara pemerintahan Rasulullah saw adalah demokrasi yang boleh diterima. Baginda mendengar pandangan-pandangan sahabat-sahabatnya. Tiada orang yang merasakan diwajibkan (untuk melakukan sesuatu) tetapi baginda membiarkan mereka mengetahui pertolongan mereka diperlukan dan dialu-alukan.

- Terdapat perbezaan antara “rakyat” dan “subjek”. Di Arab Saudi, manusia bukanlah rakyat tetapi subjek, bermakna mereka dikuasai oleh Raja mereka. Rakyat pula mempunyai penglibatan dalam kerajaan. Dalam masyarakat kita, penglibatan itu dihadkan kepada mengundi.

Terdapat juga kebebasan yang mengikut syarat-syarat tertentu. Ianya suatu yang relatif. Kebebasan manusia berbeza mengikut keadaan masing-masing; kebebasan yang mana keadaan membenarkan anda melakukannya.

- Sebagai contoh, semakin kaya anda, semakin banyak kebebasan yang anda perolehi.

Kebebasan mengikut definisi Islam adalah kebebasan moral. Ini adalah kebebasan untuk memilih yang baik dan buruk, dengan syarat anda mengetahui apa yang baik dari buruk.

Masalah yang timbul dalam masyarakat kini adalah perkara yang baik dan buruk menjadi relatif. Tiada piawaian. Apa yang salah pada anda, mungkin tidak salah pada orang lain.

Segala yang diputuskan dalam Syariah adalah bertujuan untuk melindungi salah satu daripada enam perkara ini:

1. Agama itu sendiri: i.e. Solat

2. Nyawa: i.e. larangan membunuh dan bunuh diri

3. Akal: i.e. pengharaman minuman keras kerana ia memberi kesan buruk pada akal seseorang.

4. Harta atau kekayaan: i.e. larangan memakan riba’.

5. Keluarga: larangan berzina (zina secara zahirnya tampak bagus tetapi sebenarnya ia membawa kemudaratan)

6. Maruah: i.e. larangan menyeksa.

Ikhtiar bermakna pilihan dalam bahasa Arab dan kata asalnya adalah “khair”.

Kebebasan adalah untuk memilih yang baik untuk diri.

Kejahatan bukanlah pilihan. Dengan memilih kejahatan, anda sudah menolak untuk memilih kebaikan. Anda menyerah kepada nafsu anda dan menjadi hamba kepada kehendak anda sendiri.

Kebebasan moral adalah satu-satunya kebebasan yang sebenar kerana anda tidak perlu bebas secara politik atau mengikut keadaan tertentu untuk bebas secara moral. Anda boleh saja bebas secara moral walaupun sebagai seorang hamba. Hamba boleh memilih untuk tidak menipu, berbohong dan lain-lain lagi.

Dalam masyarakat kita, segalanya telah difasilisasikan dan memudahkan manusia untuk menjadi hamba-hamba mengikut keinginan kita.

Cara untuk mengelak menjadi hamba kepada keinginan kita sendiri adalah dengan membezakan antara keperluan dan kehendak kita. Jika kita tidak dapat melakukannya, kita akan rugi. Allah tidak menguji kita dengan apa yang kita tidak mampu.

Kebebasan moral menentukan bahawa anda dapat membezakan antara baik dan jahat.

Dalam hal ekonomi, ia semestinya berlegar tentang membuat untung. Pada setiap tindakan manusia pastinya ada kehendak untuk mendapat untung, tetapi ada yang halal dan juga haram. Dalam perniagaan sebenar, perniagaan yang halal, ia pasti berakhir dengan situasi menang-menang kerana tiada orang yang ditipu dan satu pihak akan dibayar. Riba’, memakan hasil riba’, menipu orang: ianya adalah jalan mencari wang paling suka dibantah kerana ia sentiasa menyebabkan satu pihak kerugian. Ia juga dilarang dalam Bible dan dalam sastera.

Menyesali dosa juga seperti memanah. Pemahaman yang tersirat mengenai hal ini adalah, dalam memanah kita melihat apa yang kita gagal lakukan dan kita menentukurkan kembali untuk mengenai sasaran. Dengan cara yang sama, taubat adalah untuk kembali semula, memuhasabah diri dan menyesuaikan diri.

Islam memahami sifat semulajadi manusia yang berkehendak, tetapi kita perlu mengikut garis-garis panduannya.

Akal kita, mempunyai sifat semula jadi yang inheren untuk membezakan antara yang baik dan yang buruk.

Tujuan wahyu adalah untuk menyediakan suatu bentuk kriteria dan dari itu, kita akan dapat menilai.

Apa yang Imam al-Ghazali menyatakan tentang mizaan al-’amal, adalah bermaksud menimbang segala amalan kita dengan skala baik dan buruk untuk melihat adakah ia menuju pada yang ma’ruf atau mengundang kejahatan.

Segala tindakan yang kita lakukan adalah tindakan yang mengikut etika kerana segala tindakan melibatkan suatu pilihan yang boleh membawa kesan-kesan tertentu.

Sifat-sifat Allah dimanifestasikan dalam diri kita sendiri (mendengar, berkata-kata, dll) dan antara sifat-sifat tersebut adalah “mengikut kehendak diri sendiri”. Harga yang kita bayar adalah jauh lebih mahal, kerana itulah kita diberi peluang untuk bertaubat.

Imam al-Ghazali memahami krisis dalam Islam. Asas kepada krisis ini adalah, jika ia tidak disemai dengan rasa kerohanian yang sebenar, ia tidak akan selesai.

Imam al-Ghazali berbicara tentang kesederhanaan dan sentiasa mencari keseimbangan.

- Sebagai contoh, ketidaktakutan adalah kebodohan. Keberanian bukan ketidaktakutan tetapi kebolehan untuk mengawal ketakutan. Ketakutan adalah tindakbalas yang sihat terhadap suatu bahaya.

Sifat pemurah berada di bawah kategori keberanian kerana orang yang pemurah dapat mengatasi ketakutan mereka untuk memberi, ketakutan kepada kemiskinan, ketakutan kepada kehilangan wang dan lain-lain. Bagaimanapun, anda terlalu berani jika memberi semua wang anda. Jangan terlalu boros dan jangan terlalu kedekut, tetapi ambillah bahagian di tengah-tengah.

- Abu Bakar ra memberikan semua kekayaannya kerana iman Abu Bakar terlalu kuat. Beliau seperti burung yang keluar pagi dengan perut kosong tetapi pulang pada petang hari dengan perut yang kekenyangan. Jika anda bukan sepertinya, jangan lakukannya. Kita jangan memperdaya diri sendiri dengan menganggap iman kita seperti Abu Bakar.

Kita sepatutnya meminta pada Allah kesejahteraan dan tidak menguji kita dengan berbagai ujian.

Kesederhanaan adalah kebolehan untuk mengawal syahwat kita.

Furqan hanya dapat diaktifkan dengan taqwa. Dalam al-Quran ada menyatakan barangsiapa yang mempunyai taqwa, Allah akan mengurniakan kriteria ini sebagai ganjaran.

Taqwa adalah mencegah perkara yang buruk dari menyerang kita dan berada dalam kesediaan untuk Allah.

- Kesediaan pertama adalah kematian kita sendiri. Kita datang ke dunia ini adalah untuk mati. Mati adalah pintu pada kehidupan selama-lamanya. Dengan memahami perkara ini, kita akan maklum bahawa segala amalan yang kita lakukan akan menentukan keadaan kita di akhirat sana untuk selama-lamanya.

Allah telah menjanjikan bahawa jika kita hidup dengan kesedaran, Dia akan mengurniakan jalan untuk menilai yang kurang buruk antara dua keburukan.

Kemegahan diri dan narcism (terlalu memikirkan diri sendiri) adalah salah satu dari banyak penyakit hati. Lelaki dan wanita menderita kerananya, tetapi kemegahan diri lebih kuat dalam diri wanita dan narcism pula dalam diri lelaki.

- Kecantikan luaran bukanlah kecantikan yang sebenar jika anda tidak menjaga kecantikan dalaman.

- Untuk mengelak daripada hal ini, kita perlu bersikap altruistik (tidak mementingkan diri sendiri), membuat perkara yang baik untuk manusia yang lain dengan tiada motif tersembunyi dan mempunyai keikhlasan terhadap Allah.

Rasulullah saw bersabda, “Aku bimbang tentang umatku lebih dari aku bimbangkan anti-Christ”. Baginda sangat teo-centrik; baginda hanya mementingkan Allah.

Satu lagi penyakit hati adalah hasad (kedengkian), berang apabila melihat seseorang mempunyai sesuatu yang anda mahu.

- Manusia cenderung untuk menafikan kedengkiannya.

- Kesudahannya, hasad adalah tanda kelemahan akal seseorang.

- Kedengkian membaham amalan baik kita seperti api membakar kayu.

- Apabila merasai kebencian, kita perlu menyoal diri sendiri, apakah punca terjadinya hal itu.

- Kita perlu bertanya pada diri sendiri, kenapa kita mahu merasa dengki dengan orang yang kaya-raya? Berapa banyak raja-raja yang susah hati di dalam istana-istana mereka, dan berapa ramai orang-orang badwi merasai “syurga” di atas sejadah mereka?

- Kita mesti mempunyai sangkaan baik pada orang walaupun mereka itu jahat. Orang yang baik mahukan kebaikan kepada semua orang, walaupun kepada orang yang pernah mengkhianatinya. Kita perlu membimbing mereka supaya mereka berhenti menyusahkan orang lain dan juga diri sendiri.

Materialisme juga adalah penyakit hati.

- Tiada apa yang salah dengan pakaian yang mahal atau tempat tinggal yang mewah, tetapi menjadi salah apabila ia menjadi tumpuan kehidupan anda.

- Jika anda mempunyai kekayaan yang halal, tiada masalah untuk membeli perhiasan-perhiasan selagi anda membayar zakat.

Penyakit hati yang seterusnya adalah sifat berlengah-lengah (untuk bertaubat dan sebagainya). Ini adalah sebahagian dari sifat manusia tetapi lebih mendalam dari apa yang manusia sedar.

- Sifat berlengah-lengah adalah sifat tidak mengambil peduli tentang rohani. Ini melibatkan hal menafikan fakta bahawa kita akan dipertanggungjawabkan terhadap masa kita di bumi dan menafikan apa yang pasti.

- Orang yang suka berlengah-lengah akan bangun dan sedar bahawa dia telah membazirkan waktu hidupnya.

Segala hal yang kita lalui sebagai manusia ini sentiasa terjadi merata-rata tempat untuk selama-lamanya.

Jika anda mahu bimbang akan sesuatu, bimbanglah tentang akhirat kerana segala yang di dunia ini adalah terlalu kecil dan Allah akan mengurniakan pertolongannya terhadap yang lain.

Imam al-Ghazali mengatakan bahawa kita perlu berdampingan dengan manusia yang serius untuk membuang penyakit-penyakit tersebut. Mustahil untuk kita lakukannya secara berseorangan.

Dunia ini akan menyediakan kita salah satu dari dua perkara ini:

1) persediaan untuk akhirat;

2) memusnahkan kita.

Ini adalah proses yang melibatkan seumur hidup kita dan malang sekali, ianya tiada jalan pintas.

edit from : http://musliminmusleh.spaces.live.com/blog/cns!3872D8934FA8188A!202.entry

Tuesday, May 11, 2010

Secrets Of Everlasting Marriage (What He Needs , What She Needs) Must Read!!

The Primary Love Needs of Women and Men.

Women need to receive :
1. Caring
2. Understanding
3. Respect
4. Devotion
5. Validation.
6. Reassurance

Men need to receive :
1. Trust
2.Acceptance
3. Appreciation
4. Admiration
5. Approval
6. Encouragement

1. She Needs CARING and He Needs TRUST

When a man shows interest in a woman's feelings and heartfelt concern for her well-being, she feels loved and cared for. When he makes her feel special in this caring way, he succeeds in fulfilling her first primary need. Naturally, she begins to trust him more.When she trusts, she becomes more open and receptive.

When a woman's attitude is open and receptive toward a man, he feels trusted. To trust a man is to believe that he is doing his best and that he wants the best for his partner. When a woman's reactions reveal a positive belief in her man's abilities and intentions, his first primary love need is fulfilled. Automatically he is more caring and attentive to her feelings and needs.

2. She Needs UNDERSTANDING and He Needs ACCEPTANCE

When a man listens without judgement but with empathy and relatedness to a woman express her feelings, she feels heard and understood. An understanding attitude doesn't presume to already know a person's thoughts or feelings; instead, it gathers meaning from what is heard, and moves toward validating what is being communicated. The more a woman's need to be heard and understood is fulfilled, the easier it is for her to give her man the acceptance he needs.

When a woman lovingly receives a man without trying to change him, he feels accepted. An accepting attitude does not reject but affirms that he is being favorable received. It does not mean the woman believes he is perfect but indicates that she is not trying to improve him, that she trusts him to make his own improvements. When a man feels accepted, it is much easier for him to listen and give her the understanding she needs and deserves.

3. She Needs RESPECT and He Needs APPRECIATION

When a man responds to a woman in a way that acknowledges and prioritizes her rights, wishes, and needs, she feels respected. When his behavior takes into consideration her thoughts and feelings, she is sure to feel respected. Concrete and physical expression of respect, like flowers and remembering anniversaries, are essential to fulfill a woman's third primary love need. When she feels respected it is much easier for her to give her man the appreciation than he deserves.

When a woman acknowledges having received personal benefit and value from a man's efforts and behavior, he feels appreciated. Appreciation is the natural reaction to being supported. When a man is appreciated he knows his effort is not wasted and is thus encouraged to give more. When a man is appreciated he is automatically empowered and motivated to respect his partner more.

4. She Needs DEVOTION and He Needs ADMIRATION

When a man gives priority to a woman's needs and proudly commits himself to supporting and fulfilling her, her fourth primary love need is fulfilled. A woman thrives when she feels adored and special. A man fulfills her need to be loved in this way when he makes her feelings and needs more important than his other interests -- like work, study, and recreation. When a woman feels that she is number one in his life then, quite easily, she admires him.

Just as a woman needs to feel a man's devotion, a man has a primary need to feel a woman's admiration. To admire a man is to regard him with wonder, delight, and pleased approval. A man feels admired when she is happily amazed by his unique characteristics or talents, which may include humor, strength, persistence, integrity, honesty, romance, kindness, love, understanding, and other so-called old-fashioned virtues. When a man feels admired, he feels secure enough to devote himself to his woman and adore her.

5. She Needs VALIDATION and He Needs APPROVAL

When a man does not object to or argue with a woman's feelings and wants but instead accepts and confirms their validity, a woman truly feels loved because her fifth primary needs is fulfilled. A man's validating attitude confirms a woman's right to feel the way she does. ( It is important to remember one can validate her point of view while having a different point of view.) When a man learns how to let a woman know that he has this validating attitude, he is assured of getting the approval that he primarily needs.

Deep inside, every man wants to be his woman's hero or knight in shining armor. The signal that he has passed her tests is her approval. A woman's approving attitude acknowledges the goodness in a man and expresses overall satisfaction with him. ( Remember, giving approval to a man doesn't always mean agreeing with him.) An approving attitude recognizes or looks for the good reasons behind what he does. When he receives the approval he needs, it becomes easier for him to validate her feelings.

6. She Needs REASSURANCE and He Needs ENCOURAGEMENT

When a man repeatedly shows that he cares, understands, respects, validates, and is devoted to his partner, her primary need to be reassured is fulfilled. A reassuring attitude tells a woman that she is continually loved.

A man commonly makes the mistake of thinking that once he has met all of a woman's primary love needs, and she feels happy and secure, that she should know from then on that she is loved. This is not the case. To fulfill her sixth primary love need he must remember to reassure her again and again.

Similarly, a man primarily needs to be encouraged by a woman. A woman's encouraging attitude gives hope and courage to a man by expressing confidence in his abilities and character. When a woman's attitude expresses trust, acceptance, appreciation, admiration and approval , it encourages a man to be that he can be. Feeling encouraged motivates him to give her the loving reassurance that she needs.

The best comes out in a man when his six primary love needs are fulfilled. But when a woman doesn't know what he primarily needs and gives a caring love rather than a trusting love, she may unknowingly sabotage their relationship.

Thursday, May 6, 2010

Meaning of Lucky Bamboo Numbers

http://www.natureperfect.com/lucky-bamboo-meaning.html

Ancient Chinese tradition has it that the number of lucky bamboo stalks have different meanings and bring different beneficial factors into your life. The ingredients for a happy life are Happiness, Wealth and Longevity.

We now have several Perfect Combinations for you to choose from. Each one of our Perfect Combinations have a certain number of lucky bamboo stalks, each one with its own meaning and benefit, either for your self or as a gift for someone special.

  • Three (3) stalks of Lucky Bamboo:
    Bring Fu (Happiness), Lu (Wealth) and Soh (Longevity).

    Towers - Better, Promotions, More of the Good Things of Life, Climbing



  • Five (5) stalks of Lucky Bamboo:
    Represent the 5 different parts of life from which wealth spurs from.

  • Six (6) stalks of Lucky Bamboo:
    Also sounds like "Luck" in Chinese, bringing prosperity and favorable conditions.

  • Seven (7) stalks of Lucky Bamboo:
    Good health.

  • Eight (8) stalks of Lucky Bamboo:
    In the Chinese spoken language sounds like "Fah" which means to grow, thrive.

  • Ten (10) stalks of Lucky Bamboo:
    Complete and perfect.

  • Twenty-one (21) stalks of Lucky Bamboo:
    To offer very powerful all purpose blessing.

  • Lucky Log
    The lucky log keeps sprouting new leaves, which means "strong life". In Taiwan, this is the popular gift item between businesses. The giver of this gift wishes the receipient a strong life with a prosperous business that never stops growing.

  • More Lucky Bamboo Combos
    Perfect Combinations, Plant Singles and Ceramic Pots or Glass Vases for you to choose from.

Lucky Bamboo Meaning: Number of Stalks

http://feng-shui.lovetoknow.com/Lucky_Bamboo_Meaning

Much of the luck that is associated with bamboo comes from the number of stalks bunched together or woven together into an arrangement. The number of stalks determines the kinds of energy the plant attracts into your home and life. The more stalks in the planter, the greater the blessing of good fortune and luck.

Lucky Log

This is a certain kind of bamboo that looks like a log with no roots. You'll want to place one end in water so it can grow leaves and continuously produce new leaves. Lucky log bamboo is symbolic of a strong life that’s filled with prosperity. This plant is a favorite for businesses to give as gifts, especially to other companies since it promises to keep the business growing. Some varieties produce fragrant white flowers in addition to the healthy green leaves.

Two Bamboo Stalks

People often send two stalks of bamboo as an expression of love. This number also is said to double your luck.

Each curve takes 18 months to create.

Three Bamboo Stalks

The plant of three bamboo stalks is one of the most favorite number combinations to have in your home.

It brings three kinds of luck to you:

  • Happiness – Fu
  • Long Life – Soh
  • Wealth – Lu
    • Especially career-related income such as a promotion

Four Bamboo Stalks

In the Chinese language, the word used as four sounds very similar to the word used for death. The number four has the same kind of connotation and draws sha (negative) energy. You’ll never find a four-stalked bamboo plant in the Chinese culture; much less ever give one for a gift. To do so is extremely rude and would be interpreted that you're giving the recipient a death wish.

Five Bamboo Stalks

With this number there's one stalk for every area of your life that can bring you wealth. The overall energy attracted to a five bamboo stalk plant is one of health which is needed to benefit from any of the five areas of your life. You'll want to have a healthy career, healthy relationships, etc. The five-stalk bamboo reinforces each of the five areas of your life that can influence the level of wealth for each area.

Five Areas of Life:

  • Spiritual
  • Mental
  • Emotional
  • Physical
  • Intuitive

Six Bamboo Stalks

Six in the Chinese language also sounds like the word luck. Six stalks of bamboo attracts prosperity and advantages to achieve greater wealth.

Seven Bamboo Stalks

Seven stalks of bamboo bestows good health to you.

Eight Bamboo Stalks

Once more the Chinese language plays a big part in this number’s law of attraction. Eight sounds like the word used for grow or thrive. Eight stalks also improves fertility.

Nine Bamboo Stalks

This is the symbol for good luck and bestows great luck to whoever receives a nine stalk plant.

Ten Bamboo Stalks

If you have a ten-stalk bamboo arrangement then the wish for you is to feel complete and complacent. The hope is that you find your life to be perfect. The sender want you to have everything in life just as you envision and desire.

Twenty-One Bamboo Stalks

If someone has gifted you with a plant with this number of bamboo stalks, then the well wishes for you and your family are being delivered in a very powerful overall blessing for great wealth and enduring health.